blog-islam


Selamat datang kami ucapkan, semoga bermanfaat dan berkah bagi kita semua

Bila ada gambar yang tidak bisa dimuat, silahkan klik kanan pada gambar dan pilih view image



١٤٣٥ H/ 2014 M




SELAMAT DATANG DI Manaroh al-Ilmi

Cetak Pdf

Minggu, 20 November 2011

Ulama Adnan Lubis

Al-Fadhil H. Adnan Lubis


Tulisan di Manaroh al-ilmi, menara ilmu untuk kemajuan peradaban
(Tulisan ini dalam menyambut Milad Al-Washliyah ke 83, ١٤٣٢ - ١٣٤٩ H)
Daftar Isi
Masa Kecil
Masa Belajar

Masa Revolusi
Jasa-jasa
Kepribadian

Masa Kecil
Beliau dilahirkan di kawasan Kampung Arab kemudia pindah ke Kedai
Panjang/Kesawan (Medan). Anak dari H. Hasan Kontas yang merupakan
pedagang kain di Kedai Panjang. Beliau adalah anak ke 3 dari 14
saudara

Masa Belajar
Tahun 1917 masuk sekolah Inggris Anthony School lalu masuk SD di Jalan
Padang Bulan (tamat 1925), sepulang sekolah belajar di Maktab
Islamiyah Tapanuli Jalan Hindu. Beliau berjalan beberapa kilometer
dari rumahnya di Jalan Kenari 12 Kampung Sekip Medan. Tahun 1926
berangkat ke Mekkah sampai tamat tahun 1932 (pada kelas VI/setingkat
Tsanawy). Tahun 1934 berangkat ke Nadwa Collega (Darul Ulum Nadwatul
Ulama) di Lucknow United Propince India, atas beasiswa dari sekolah
tersebut. Selama perjalanan dari Mekkah ke Lucknow tersebut beliau
menyusun kitab "Kisah Perjalanan Imam Syafii" (1936). Setelah 5 tahun
beliau tamat dan memperoleh gelar Al-Fadhil.

Masa Revolusi
Tahun 1939 kembali ke Tanah Air, kemudian menikah dengan Rachmah binti
Abd. Malik Nasution dikaruniai 7 putra dan 2 putri. Tanggal 15 Juli
1940 diangkat menjadi anggota P.B. Al-Jam'iyatul Washliyah.

Tahun 1946
turut membentuk Jawatan Agama Islam di Tebing Tinggi, pada saat Agresi
Militer Belanda I beliau mengungsi ke Binjai lalu kembali ke Medan dan
berangkat ke Tebing Tinggi menjadi guru di Perguruan Menengah Islam(PIM). Pada 21 Mei 1947 ikut dalam Musyawarah Alim Ulama Sumatera Timur
di Tanjung Balai tentang fatwa jihad melawan agresi Belanda dan kaki
tangannya. Ketika Tebing Tinggi diserang Belanda, beliau mengungsi ke
Rantau Prapat lalu ke Medan bersama Arsyad Thalib Lubis. Setelah
penyerahan kedaulatan beliau aktif di Partai Masyumi.

Jasa-jasa
Adapun jasa-jasa beliau antara lain:

  1. Menjadi Kepala Jawatan Agama Kabupaten Labuhan Batu (1948 - 1952)
  2. Guru di GPARAD Islam TTI berpangkat Letnan II Tituler (1950)
  3. 1952: Guru Besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)
    1954-1966: Dekan pertama Fakultas Syari'ah UISU
  4. Adviseur pada Muktamar Alim Ulama se Indonesia di Medan (1953)
  5. 1956: Ketua Panitia Pembangunan Universitas Al-Washliyah (UNIVA)

    dan turut membangun Kantor Agama di Sumatera Timur
    1958: Rektor pertama UNIVA dan Dekan pertama Fakultas Syari'ah UNIVA
  6. Anggota Konstituante (1956 - 1959)
  7. mengikuti Kongres Alim Ulama se Indonesia di Palembang yang membahas bahaya Atheisme (1957)


Kepribadian
Diantara kepribadian beliau adalah:
  1. Kehidupan beliau dan keluarganya sederhana, yaitu dari honor mengajar dan hasil pertanian.
  2. Beliau gemar masak-masakan, jika ada waktu beliau sendiri belanja ke pasar lalu memasaknya di rumah.
  3. Pakaian khasnya adalah kopiah dan lain sarung.
  4. Di rumah beliau membaca buku siang malam, dengan buku-buku terbuka sejak dari kamar tamu sampai ke kamar makan
  5. Dalam pergaulan beliau hanya suka membahas masalah ilmu pengetahuan
  6. Beliau tidak mau melihat wanita dan sangat benci terhadap pergaulan pria dengan wanita, jika beliau pergi berdakwah dijemput/antar dengan mobil, kalau ada wanita dalam mobil itu beliau tidak jadi naik dan kalau berhadapan dengan murid-murid wanita beliau tidak mau menatapnya secara langsung,hal yang sangat jarang dilakukan oleh guru sekarang ini, yaitu menjaga pergaulan laki-laki dan perempuan.
  7. Jika dalam suatu upacara ada musik/orkes, beliau minta izin pulang
  8. Beliau mempunyai sendirian yang tegas dan saham yang luas (tidak picik)
  9. Dalam mendidik anak-anaknya beliau menyarankan supaya juga belajar ilmu duniawi di samping juga ilmu agama sebagai landasan utama

Beliau meninggal pada 21 Mei 1966 di Medan karena pendarahan di otak. Innalillahi wa inna ilahi roji'un.
Disarikan dari:
Tim Penulis IAIN SU. 1983. Sejarah Ulama-Ulama Terkemuka di Sumatera Utara. Medan : MUI SU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda sampaikan pendapat anda, karena pendapat manusia sebagai makhluk berakal dan berhati harus dihargai.