blog-islam


Selamat datang kami ucapkan, semoga bermanfaat dan berkah bagi kita semua

Bila ada gambar yang tidak bisa dimuat, silahkan klik kanan pada gambar dan pilih view image



١٤٣٥ H/ 2014 M




SELAMAT DATANG DI Manaroh al-Ilmi

Cetak Pdf

Minggu, 11 September 2011

Perbedaan Idil Fitri 1432 2011

Tahun ini umat Islam disuguhkan dengan tayangan yang menyedihkan, yaitu seperti terjadi ketidak kompakan umat. Dalam pengamatan saya, ada kesan bahwa keputusan Idul Fitri tersebut tidak arif dan bijaksana. Pertama, Indonesia seakan terasing karena untuk wilayah Asia hanya Indonesia sendiri yang berpuasa selama 30 hari. Kedua, seakan-akan puasa selama 29 hari itu adalah perbuatan yang haram. Ketiga, seolah-olah pemerintah tidak akan pernah punya solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini, karena penyatuan yakni pemaksaan pendapat hanya akan memperparah konflik. Keempat, tidak terjadinya konflik di masyarakat adalah hal yang sangat disyukuri, namun patut diwaspadai bila ternyata umat Islam tidak lagi mau tahu dengan agamanya, hal ini terlihat dengan mulai beraninya orang Islam yang tidak berpuasa namun mempertontonkannya ke khalayak umat yang berpuasa, sehingga bagi mereka hari raya bukanlah soal hukum syariat, namun hanya untuk berpesta pora saja.
Suatu laporan yang mengejutkan dari eramuslim.com bahwa ada konpirasi di balik ini semua, yaitu para ahli astronomi yang ternyata bayaran Israel membatalkan hasil rukyat karena hilal yang terlihat kata mereka adalah planet Venus. Tentu sangat menyedihkan bila para ulama kita tidak lagi mempunyai hati yang jernih sehingga tidak akan terpengaruh dengan politik.
Sebenarnya, dalam hadits yang sahih Rosul pernah bersabda:
"Bulan Ramadhan itu 29 hari, maka apabila pada hari itu hilal tertutup awan, maka kira-kirakanlah bukan itu."
Artinya yang menjadi patokan bulan syawal itu adalah bulan, bukan awan. Lagipula, menggenapkan 30 hari adalah solusi terakhir, bukan solusi utama, dan hilalpun telah dapat dilihat bahkan di Indonesia.
Metode Imkanir Rukyat secara bahasa berarti kemungkinan dapat dilihat (imkan=mungkin, rukyat=lihat), pada zaman sekarang ini, karena atmosfir telah terpolusi, maka lama kelamaan derajat kemungkinan bulan akan terlihat akan semakin tinggi, bisa jadi hanya karena polusi kita tidak bisa berhari raya padahal bulan telah ada (wujudul hilal), hal ini menyebabkan di Malaysia 30 lokasi rukyat mampu melihat bulan, karena mereka punya alat yang mampu melihat bulan hingga 0,5 derajat, dan hal ini harusnya ada di Indonesia sebagaimana kata K.H Ma'ruf Amin. Dalam perhitungan hisab tanggal 29 yang lalu bukan berada pada 2,1 dan ijtimak terjadi jam 10.04 di Medan (laporan BMKG), sementara di Mekkah ijtimak terjadi lebih awal pada jam 06.04 Wallahu a'lam.

1 komentar:

  1. Wah gak ngerti yg gituan, yg penting sih jalani aja bulan ramadhan.. he

    BalasHapus

Silahkan anda sampaikan pendapat anda, karena pendapat manusia sebagai makhluk berakal dan berhati harus dihargai.